Cerita dari Maluku Utara (Oleh Linda Christanty)
Bagaimana kasus tanah di Maluku Utara berubah dan berkembang jadi konflik antar agama
Bagaimana kasus tanah di Maluku Utara berubah dan berkembang jadi konflik antar agama
HELMUT Herzog, seorang antropolog Jerman, pernah memperlihatkan potret lelaki ini pada saya tiga tahun lalu. Ketika itu Helmut tengah meneliti tentang orang-orang yang hidup abadi. Dia sempat pergi selama dua bulan ke berbagai tempat di Kalimantan untuk mengumpulkan cerita-cerita tentang mereka.
A small dog lies on the street. The soldier has shot him with an automatic rifle.
I almost lose grasp of my camera.
I am really shocked.
I have just seen him running lightly, sniffing the sand, and looking around as if perplexed.
I have not even photographed him.
SUATU hari di tahun 1998 Khatijah binti Amin melihat air laut berwarna merah. Barangkali itu hanya pengaruh ganggang atau pantulan cahaya matahari sore. Tapi dalam keadaan tertekan, dia tidak sempat memikirkan hal semacam itu. Rumah tahanan tempat dia disekap berada dekat laut. Dia merasa hidupnya tak lagi lama. Laut sewarna darah itu dianggapnya pertanda maut.
TENGKU Mustafa was in his 20s. He was small. Thin. Dark-skinned. His face was hairless. A black praying cap perched on his head. He was sporting a plastic jacket. He didn’t say much that morning. He fell asleep a few times. When he woke up, he stared right ahead. Tensed. He was sitting next to me, on the back seat.
Kenangan buruk tentang rezim Khmer Merah di Kamboja.
RUANG kelas di satu sekolah menengah ini telah dipenuhi 35 murid. Semuanya perempuan. Usia mereka beragam. Dua puluhan, 30-an, 40-an, 50-an, 60-an… Bahkan dua nenek juga hadir dalam kelas. Ada pula ibu muda yang mendekap bayinya sambil menyusui. Beberapa membawa serta anak-anak yang masih balita. Tapi tidak ada tangis bayi atau jerit kanak-kanak dalam ruang.
Bung Fidel,
Satu-satunya nama pemimpin negara sosialis yang akrab di benak saya sejak saya bisa mengeja huruf-huruf hanya Anda dan tentu saja, saya tidak melupakan sahabat Anda, Ernesto ‘Che’ Guevara. Apakah itu juga karena Anda sangat lama berkuasa? Di Indonesia, Che sempat jadi idola anak-anak muda progresif penentang rezim Soeharto yang bertahta selama 32 tahun dan sewenang-wenang.
Page 1 of 7 | Next Page